Loading...

Nonton Film Bølgen (2015) Full Movie


Nonton Film Bølgen (2015) Full Movie Sub Indonesia

Film Bølgen (2015) Full Movie
Review Film Bølgen (2015) Full Movie
Tahukah anda bahwa Norwegia adalah negara pesisir pantai yang dikelilingi oleh pegunungan dan tebing batu yang indah? Tahukah anda saat tebing batu ini rubuh, longsorannya dapat menimbulkan tsunami masif? Melalui The Wave, sutradara Roar Uthaug mempertunjukkan keindahan alam negerinya dengan pengambilan gambar yang menawan sekaligus menyuguhkan kengerian yang ditimbulkan bencana alam tersebut melalui CGI yang impresif.

The Wave (berjudul asli Bolgen) merupakan film bertema bencana perdana dari Norwegia. Film dibuka dengan video dokumentasi yang menyebutkan bahwa longsoran terakhir terjadi pada 1905 dan menewaskan puluhan orang. Pertanyaannya bukanlah apakah bencana ini bisa kembali terulang melainkan kapan. Orang-orang dalam film ini tampaknya tak tahu waktunya akan segera tiba, meski sudah ada indikasi demikian. Anda tahu, level air menurun, alarm bahaya berbunyi, dan... ah sudahlah.

Mengikuti Buku Panduan Film Bencana Sepanjang Masa, tentu saja tokoh utama kita adalah sebuah keluarga yang terdiri dari suami Kristian (Kristoffer Joner), istri Idun (Ane Dahl Torp), anak sulung yang sedikit judes Sondre (Jonas Oftebro) dan adiknya yang imut Julia (Edith Haagenrund-Sande). Masih menyesuaikan dengan Buku Panduan tersebut, naskah mengharuskan mereka terpisah saat bencana menjelang, jadi mereka bisa saling mencari satu sama lain pasca-bencana.

Cerita mengambil tempat di Geirenger, kota kecil yang terletak di salah satu selat di Skandinavia. Kristian adalah seorang geologis yang sebelumnya bekerja di pusat survei bencana, namun berencana pindah ke kota besar karena mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan minyak. Tugas pengawas ini sangat penting. Bukan saja karena mereka punya otoritas terhadap tombol merah besar yang terlihat (dan memang) penting, namun juga karena tugasnya yang harus memantau gunung yang senantiasa bergerak.

Salah satu kelebihan film ini adalah bagaimana eksposisi karakternya sedikit lebih dalam dibanding film lain bertema sama (termasuk Hollywood). Naskah dari John Kare Raake dan Harald Roselow-Eeg tak terburu-buru mengeksploitasi bencana, alih-alih menggunakan hampir separuh durasi untuk fokus pada karakter. Di awal film diperlihatkan keakraban Kristian dengan (mantan) rekan sekerjanya yang mengadakan pesta perpisahan. Sang istri, Idun tengah membereskan barang-barang, sementara kedua anaknya terlihat belum siap mental untuk pindah. Klise, tentu saja, namun cukup untuk membuat kita terikat dengan karakter sebelum bencana terjadi.

Dedikasi pada pekerjaan, membuat Kristian memperingatkan rekan-rekannya, meski ia sendiri secara resmi tidak lagi bekerja disana. Hal ini juga yang membuat anaknya lebih memilih untuk pergi ke hotel tempat ibu mereka bekerja. Saat set-up sudah lengkap, akhirnya bencana yang tidak mereka duga (namun kita harapkan ;)) terjadi. Kristian dan Julia terjebak di kemacetan saat melarikan diri di ke gunung, sementara Idun dan Sondre terjebak di hotel. Bersama dengan ratusan orang lainnya, mereka tak punya pilihan selain menghadapinya langsung. Meski dibuat dengan bujet kecil, namun tsunami masif setinggi 250 kaki dari CGI terlihat meyakinkan sekaligus mengerikan. Ini juga didukung dengan scoring yang menggelegar.

Jika kebanyakan disaster movie lebih merupakan parade special effects, maka The Wave menjadi film bencana yang efektif berkat Uthaug yang mencoba mendekatkannya pada realisme, walau tak sesuperior The Impossible-nya J.A. Bayona. Film ini tak menampik timbulnya mayat-mayat yang bergelimpangan. Sayang, di lain sisi epilognya juga "menghilangkan" keberadaan korban lain yang mungkin juga selamat.

Setelah klimaks, Uthaug mengambil pendekatan yang lebih Hollywood dengan menyuguhkan klise disaster movie, misalnya dramatisasi saat penyelamatan Idun dan Sondre atau momen hidup-mati setelah Kristian menyelamatkan keduanya. Paling tidak, Kristian hanyalah family-man biasa. Di tengah bencana sebesar itu, anda tentu tak bisa menyelamatkan banyak orang sekaligus. Well, kecuali jika anda adalah The Rock. ■UP

Subscribe to receive free email updates:

Loading...
loading...